Kedua mata Selly menatap wajah yang memerah itu dengan ekspresi bingung. Tandai? Apa maksudnya? Bibirnya yang meraup oksigen rakus itu di raub lagi, membuat Selly memejam lagi. Tangan Awan mendarat di pinggang Selly, merasakan bibir manis yang sekarang ia sesap itu dengan penuh nafsuu. Sepertinya … melakukan hal itu sekarang, tak masalah. Bukankah Selly juga mencintainya? Mereka saling mencintai, saling menyayangi. Jadi … apa salahnya? Jika pun terjadi sesuatu, Awan siap menikahi Selly. Bukankah memang akhirnya mereka besok akan menikah, kan? Begitu kan akhir dari cinta yang tak bertepuk sebelah tangan? Awan melepaskan ciuman, tangannya mengelus wajah Selly yang sekarang sangat ia inginkan. Kedua mata itu beralih, menatap leher putih yang terpampang, lalu kaos yang sedikit longgar, mempe