Semakin hari, Al jadi semakin dekat dengan Zizi. Mereka jadi sering janjian bertemu di warung mana saja yang Zizi mau. Hobi makan mereka yang sama jadi membuat mereka semakin dekat saja. Gambaran tentang gadis kampung yang selama ini ada di dalam pikiran Al sirna. Al berpikir, gadis kampung itu selalu menurut saja, tak bisa diajak berdebat, atau membahas hal yang berat. Al berpikir, dalam benak gadis kampung hanya berpikir untuk bagaimana nanti menikah. Bagaimana menjadi istri yang baik. Namun Zizi merubah pandangan Al tentang gadis kampung. Zizi yang enerjik, Zizi ysng suka berdebat, ceriwis, bisa bergaul dengan siapa saja, tapi Al sadar. Ia, dan Zizi tak bisa punya hubungan lebih dari sekedar seperti saat ini. Zizi cucunya, terikat keluarga, meski tidak ada hubungan darah. Al duduk di t