Agni menyeka wajahnya kasar, tak peduli dengan apa yang baru saja terjadi, dia akan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Gadis itu bangkit, mengikuti langkah suaminya. Agni takut Fatih akan pergi meninggalkan rumah mengingat suasana hati pria itu sedang kacau saat ini. Namun, ketakutan Agni perlahan menguap saat melihat suaminya memasuki ruang baca. Setelah memastikan Fatih bermalam di sana, Agni pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya. "Aku harus cepat memberitahu mama soal ini," gumam Fatih, merogoh ponselnya yang sejak tadi tersimpan rapi dalam kantong celananya, tapi ternyata baterainya habis. Fatih pun mencari charger untuk mengisi daya ponselnya. Hari yang melelahkan. Tak hanya fisik, Fatih juga merasa hati dan pikirannya amat lelah. Lelaki itu berusaha memejamkan mata