“Jangan bilang kamu lupa aku siapa?” Tanyanya dengan senyum lebar, pria itu membawa Jihan masuk ke dalam mobilnya. Gerald tidak mau melepaskannya dan tetap menahan Jihan di atas pengakuannya. Mobil meluncur pergi dari kediamannya menuju ke kantor tempat Jihan bekerja. “Ger ini sangat memalukan sekali, kamu bisa kan biarkan aku jalan sendiri nanti? Aku tidak ingin jika rekan kerjaku melihatku berada di dalam gendongan mu.” Pintanya seraya menekan bahu Gerald dan meremasnya pelan. “Kamu akan terjatuh, dan aku tidak ingin itu terjadi. Aku tidak mau wanitaku terjatuh dan terluka.” Sahutnya dengan tatapan serius. Selesai sudah, Jihan tidak bisa berbantahan lagi dengannya. “Ger, please, okay?” Bisiknya seraya menempelkan ujung hidungnya pada pipi Gerald, dengan sengaja Jihan ingin merayuny

