“Kenapa? Jangan bilang kamu juga curiga dengannya?” Tanya Jihan seraya mengernyitkan keningnya. “Tidak, aku hanya merasa kalau ada yang salah dengan pria itu tapi apa aku sediri kurang paham. Mungkin kamu tahu? Kalian lebih dulu kenal bukan? Aku hanya baru-baru ini melihat pria itu datang ke sini. Padahal sebelumnya pria itu sama sekali tak pernah menginjakkan kakinya di kantor kepolisian ini.” Jelas Ardy padanya. Sejak dulu dokter Juan memang tidak pernah repot- repot mengantarkan berkas di sana. “Kalau kamu yang kepala kantor saja tidak tahu, bagaimana denganku yang petugas rendahan bisa tahu?!” Seru Jihan seraya mengunyah gigi kosong. “Pria itu sering membelamu kan? Seingatku waktu itu di datang juga untuk membelamu dari Dania.” Timpal Ardy padanya. “Iya, banyak sekali pria lain

