Ditinggal, setelah pernikahan

1306 Kata

“Mereka masih belum turun juga?” tanya Dierja, matanya menyapu setiap meja yang ada di sana. Suasana di restoran hotel yang telah dipesan khusus oleh keluarga Jagaraga pagi ini tampak sangat kontras dengan hiruk-pikuk pesta semalam. Tenang, obrolan hangat, meja panjang yang dipenuhi hidangan mewah, namun hawa dingin tetap terasa berkat ekspresi kaku Catur Aji Jagaraga yang memang sudah bawaannya seperti itu. Disadari sang putra, Catur Aji makin menyadari jika Omara yang semalam meninggalkan resepsi lebih dulu karena kesehatannya, pagi ini pun datang terlambat. “Hubungi putramu, pastikan keberadaannya! Dokternya bilang, kondisinya sudah membaik semalam. Harusnya dia sudah muncul sekarang!” ia memberi perintah. “Sudah, Pa. Tapi, Omara tidak menjawabnya.” Mantan orang nomor satu itu m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN