Domi mendekati Freya yang tengah sibuk berkutat di pantry. "Mbak, aku mau tanya sesuatu. Boleh?" Freya mengangkat kepala tanpa menghentikan gerakannya yang tengah mengupas apel. "Tanya apa, Dom?" Domi beringsut naik ke atas kursi, kemudian bertanya dengan mimik serius. "Mbak ..., tau nggak kalo Sena itu punya adik?" "Adik?" Kening Freya berkerut. "Aku nggak tahu, Dom. Yang aku tahu, Rei dan Mas Sena itu sama-sama anak tunggal." "Ohh ...." Domi menopang dagunya dengan tangan kiri, sambil tangan kanannya mengetuk-etuk meja. Freya meletakkan pisau ke atas meja dan apel ke atas wadah. Ia balas menatap wajah Domi dengan sama seriusnya. "Kamu dengar dari mana?" "Laki-laki yang tadi dateng, Mbak." "Memangnya dia siapa?" "Dia ajudannya Prabu Wiryawan, Mbak." "Kok bisa tau soal keluarga Se

