"Abi, dengerin aku, dong!" Sudah setengah jam Domi berusaha menarik perhatian Sena yang tengah mempelajari tawaran kerja sama dari salah satu galeri seni yang cukup besar di Indonesia. "Iya, ini aku juga sambil dengerin kamu." Sena menjawab tanpa menoleh atau mengangkat wajahnya dari berkas di tangannya. "Liat aku, Bi! Ke sini matanya," rengek Domi manja. Sena menghela napas. Meletakkan berkasnya di atas meja. Membuka kacamatanya. Lalu duduk tegak memandang Domi. "Ada apa, Dominique?" "Aku tuh dapet tawaran, Bi. Tawaran yang gila banget." Domi memulai ceritanya dengan bersemangat. "Tawaran seperti apa?" "Kontrak sama TV asing, Bi." "Jadi apa?" "Jadi host. Aku bakal pegang acara sendiri. Bukan jadi co-host lagi." "Kamu tertarik?" Domi mengangguk antusias. "Lumayan. Ini stasiun TV

