BAB 58. Trauma

1087 Kata

Ryan memperhatikan wajah lalu tubuh istrinya yang masih terbaring pingsan. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu kembali lagi ke atas dan berhenti tepat di kedua paha mulus Ayara yang terpampang nyata. Sebab saat tadi meletakkan Ayara di atas kasur busa, roknya tersingkap. Ryan menelan saliva dengan bola mata tak berkedip. Ternyata dia sangat rindu pada istrinya. Lebih tepatnya, sangat rindu membelai kemolekan tubuh sang istri. “Ah Ayara, kamu tuh semakin lama ternyata semakin mempesona. Pantas saja si model sombong itu takut sekali kehilangan tunangannya. Kamu di sini saja ya Sayang, sama Mas Ryan yang ganteng, jangan kembali lagi kesana,” gumamnya sendirian. Ryan mulai melangkah mendekati kasur busa tipis di atas lantai, lalu berjongkok di sampingnya. Sekali lagi dia menelan saliv

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN