BAB 52. Isi Pikiran Mereka Berdua Sama

1137 Kata

Tas laptop di tangan Anggara jatuh ke lantai. Menyusul jasnya juga jatuh ke lantai. Kedua tangan Anggara memegang pipi kanan dan kiri Ayara. Terasa hangat. Membelai perlahan, ingin menenangkan gadisnya. Kepala Anggara miring sedikit, tapi tangannya pelan sekali menekan wajah Ayara supaya lebih terangkat. Dia menunduk, Ayara mendongak. Tubuh Ayara terasa menegang ketika Anggara mulai melumat bibir merah muda pucat itu. Begitu lembut, tidak memaksa. Hanya saja Ayara masih di ambang antara sadar dan terkejut. Dia masih diam, mematung, dengan kedua bola mata terbuka lebar. Sedangkan Anggara telah memejamkan mata. Begitu lembut seakan bibir Ayara adalah guci antik yang terbuat dari porselen premium. Begitu dijaga supaya tidak pecah. Anggara menyesapnya perlahan, merasakan betapa lembut dan ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN