Jadi adakah yang bisa menebak bagaimana Reino menghabiskan malam? Mengistirahatkan tubuh lelahnya? Berdasar pengalaman sebelumnya, tentu saja dia kapok jika harus berada di satu ranjang yang sama dengan Jingga, walau ini di apartemennya yang aman, dengan akses yang hanya diketahui olehnya, Reina dan Prabawati. Akhirnya dengan cerdas, Reino memompa kasur angin yang dia simpan, yang dipakai hanya jika dia mengajak dua keponakannya kemping. Dia tidur di bawah kasurnya yang nyaman, di sebelah Jingga yang tidur dengan wajah tidak nyaman. Beberapa kali Jingga masih mengigau. Padahal suhu tubuhnya normal. Beruntung dia punya stok plester anti demam yang dia tempelkan ke kening Jingga, biar tidak terganggu karena igauan Jingga. *** Pagi hari Jingga membuka matanya, beberapa kali mengerjap kar

