BAB 94 “Devan Agrata! Pria itu adalah Adik Navaya, wanita yang menjadi Istri-ku!” bentak Azka dengan wajah merah padam penuh emosi. Seketika, Rebecca seolah merasa kehilangan kesadarannya. Tak percaya dengan apa yang baru saja Azka ucapkan. “Tidak .... Tidak mungkin .... Aku pasti salah dengar .... Itu tidak mungkin ...,” lirih Rebecca seraya menggeleng-gelengkan kepala. ‘Bagaimana bisa Devan adalah Adik wanita itu?’ batinnya. “Kenapa? Sekarang kau baru sadar perbuatanmu?” sinis Azka. Lagi, Rebecca menggeleng. “Tidak mungkin! Kamu pasti salah, Azka. Tidak mungkin Devan adalah Adik wanita itu.” “Terserah kau percaya atau tidak. Aku tidak peduli,” tukas pria itu. “Tapi, aku tidak tahu kalau dia adalah Adik Ipar kamu,” elak Rebecca. “Tahu atau tidak, itu tidak penting. Intinya adalah

