Asila Menghilang!!

1308 Kata

“SEMUA SIAP?”Suara tegas itu memecah keheningan dini hari. Dion berdiri di depan gudang tua yang tersembunyi di kawasan industri pinggiran kota. Lampu mobil menyala menyilaukan. Polisi bersenjata lengkap sudah bersiap di beberapa titik. Orang-orang keluarga Wijaya berdiri di sisi lain—wajah tegang, rahang mengeras.“Target ada di dalam,” kata salah satu anggota polisi. “Informasi terakhir, Jonathan masih di lokasi.”Dion mengepalkan tangan. “Di mana Asila?” suaranya rendah, berbahaya.“Apa kalian yakin dia ada di sini?” Polisi itu menoleh.“Kami belum menemukan keberadaan istri Anda, Pak Dion.” Kata istri itu menghantam dadanya keras.“Kalau terjadi apa-apa sama dia,” Dion menatap tajam.“Aku akan tutup tempat ini dengan darah.” Tak ada yang membantah.“SEMUANYA BERGERAK!”Pintu gudang didob

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN