Dia Juga Korban

1588 Kata

“Aku mau ketemu Jonathan.”Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Asila. Dion yang sedang mengancingkan manset kemejanya langsung berhenti bergerak. Kepalanya menoleh perlahan, sorot matanya mengeras. “Kamu yakin?” tanyanya, suaranya rendah tapi jelas berbahaya. Asila mengangguk.“Iya.”Dion mendengus pendek.“Kamu lupa dia ngapain kamu?” “Aku nggak lupa,” jawab Asila cepat. “Justru karena itu aku harus ketemu.” Dion melangkah mendekat.“Dia nyulik kamu, Sila. Dia hampir bikin kamu—” Napasnya tertahan. Rahangnya mengeras.“Dan sekarang kamu bilang mau ketemu dia?”Asila menatap Dion lurus.“Dia juga korban.” “Hah?”Mata Dion menatap Asila tajam.“Korban kebohongan,” kata Asila tajam. “Sama seperti aku.”Dion terkekeh sinis. “Kamu terlalu baik buat dunia yang isinya orang-orang kayak dia.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN