Bab 15

1143 Kata

Cahaya matahari menembus tirai tipis, menyinari perlahan kamar utama villa. Udara hangat masuk, bercampur aroma laut yang samar dari balkon. Nayla membuka mata dengan kepala masih berat, tubuhnya pegal-pegal, dan detak jantungnya masih cepat setelah mengingat semalam. Setiap gerakan terasa asing dan sedikit nyeri—pengalaman pertama yang menorehkan sensasi baru di tubuhnya. Ia perlahan menoleh, menyadari Adrian masih tertidur di sampingnya, napasnya tenang, tubuhnya tegap meski sebagian kecil rambut basah menempel di pelipis. Wajahnya biasa tampak dingin dan tegas, tapi sekarang dalam tidur, terlihat santai, hampir… manusiawi. Rasa malu menyeruak. Ingatan semalam—ciumannya, sentuhan Adrian, dan keberaniannya sendiri—membuat pipinya panas. Ia menutup wajah dengan tangan, menggigit bibir, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN