Bab 11

1153 Kata

Villa sudah diterangi lampu temaram saat mobil mereka berhenti di halaman. Suasana Bali menjelang malam terasa berbeda—angin membawa aroma laut bercampur wangi dupa dari pura kecil di kejauhan. Begitu masuk ke dalam villa, Nayla langsung merasa lelah. Tubuhnya lengket karena keringat perjalanan. Adrian meletakkan kunci mobil di meja, lalu menaruh tablet kerjanya di sofa tanpa banyak bicara. “Kau mandi duluan,” katanya singkat. Nayla mengangguk cepat. “Baik, Mas.” Ia segera masuk ke kamar mandi, membiarkan air hangat mengalir deras, berusaha menghilangkan rasa capek sekaligus gugup. Butuh waktu baginya untuk memberanikan diri keluar lagi. Ketika akhirnya ia selesai, Nayla berganti dengan dress santai yang ringan. Rambutnya masih setengah basah menempel di bahu. Ia melangkah keluar, mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN