Villa sudah diterangi lampu temaram saat mobil mereka berhenti di halaman. Suasana Bali menjelang malam terasa berbeda—angin membawa aroma laut bercampur wangi dupa dari pura kecil di kejauhan. Begitu masuk ke dalam villa, Nayla langsung merasa lelah. Tubuhnya lengket karena keringat perjalanan. Adrian meletakkan kunci mobil di meja, lalu menaruh tablet kerjanya di sofa tanpa banyak bicara. “Kau mandi duluan,” katanya singkat. Nayla mengangguk cepat. “Baik, Mas.” Ia segera masuk ke kamar mandi, membiarkan air hangat mengalir deras, berusaha menghilangkan rasa capek sekaligus gugup. Butuh waktu baginya untuk memberanikan diri keluar lagi. Ketika akhirnya ia selesai, Nayla berganti dengan dress santai yang ringan. Rambutnya masih setengah basah menempel di bahu. Ia melangkah keluar, mel

