Bab 8

1084 Kata

Cahaya matahari tropis menyelinap lewat celah tirai, menyorot ruangan dengan hangat. Burung-burung berkicau dari kejauhan, suara ombak samar terdengar membawa suasana yang berbeda dari malam sebelumnya. Nayla membuka mata dengan kepala masih berat. Ia berbalik, dan pandangannya jatuh pada sofa kosong. Adrian sudah tidak ada di sana. Selimut yang dipakai pria itu terlipat rapi di ujung sofa, seakan ia memang terbiasa bangun lebih awal dan meninggalkan ruangan tanpa jejak. Perut Nayla berbunyi pelan, mengingatkan kalau ia belum makan sejak malam. Dengan malas, ia bangkit dari ranjang dan melangkah ke balkon. Dari sana, ia melihat Adrian berdiri di tepi kolam renang villa, masih dengan pakaian santai namun tetap rapi, ponsel di telinganya. Wajahnya serius, sorot matanya tajam meski hanya me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN