Bab 39

1068 Kata

Begitu mobil yang membawa Vania meninggalkan halaman vila, sunyi langsung terasa. Tidak ada lagi suara hak sepatu beradu dengan lantai marmer, tidak ada aroma parfum menyengat yang biasanya tertinggal di udara. Nayla berdiri di teras, menatap ke arah jalan yang mulai sepi. Tangannya refleks meremas bagian depan dress yang ia kenakan, entah lega atau justru canggung karena kini benar-benar tinggal berdua dengan Adrian. Adrian menutup pintu pelan, lalu mendekat. “Sudah, jangan dipikirkan. Dia memang begitu orangnya.” Nayla menoleh cepat, pura-pura tidak paham. “Siapa?” “Kau tahu maksudku,” jawab Adrian singkat. Tatapannya lurus, membuat Nayla buru-buru mengalihkan pandang. Suasana hening beberapa saat. Hanya suara burung di kejauhan dan desir angin yang masuk melalui sela dedaunan. “Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN