“Mas…” Nayla akhirnya membuka suara, ragu-ragu. “Hm?” “Aku… lega Tante udah pulang duluan. Bukan maksudnya aku nggak suka beliau di sini, cuma…” Nayla menunduk, memainkan garpu di tangannya. “Soalnya… kalau ada Tante, aku suka jadi canggung. Takut salah ngomong.” Adrian menaruh cangkir, menatapnya dengan tenang. “Canggung kenapa?” Nayla menghela napas pelan. “Ya… aku kan masih baru. Jadi rasanya belum bisa akrab. Aku takut beliau salah paham sama aku.” Adrian terdiam sebentar, lalu mengangguk kecil. “Wajar. Tapi jangan terlalu dipikirkan.” Wajah Nayla memerah karena sedikit lega. Ia tersenyum tipis. “Iya, Mas.” Setelah selesai sarapan, staf vila menyiapkan perahu kecil bermesin di dermaga kayu yang menjorok ke laut. Matahari sudah naik tinggi, tapi sinarnya masih hangat lembut, belu

