Bab 19

1231 Kata

Cahaya matahari pagi masuk lewat tirai yang sedikit terbuka. Burung-burung terdengar di kejauhan, bercampur suara ombak yang masih berulang di pantai. Nayla membuka mata pelan, tubuhnya masih terasa hangat di bawah selimut. Ia menoleh ke samping. Adrian masih terlelap, wajahnya tenang, napasnya teratur. Rambutnya sedikit berantakan, membuatnya terlihat lebih santai dibanding biasanya. Tanpa sadar, Nayla memperhatikan cukup lama. Ada sesuatu yang membuat dadanya berdebar—wajah Adrian yang begitu dekat. Tiba-tiba Adrian bergerak, membuka mata. Tatapannya langsung bertemu dengan Nayla. Nayla panik, buru-buru bergeser, tapi gerakannya terlalu cepat. Tangannya tersangkut di selimut, tubuhnya terdorong ke arah Adrian. Dalam hitungan detik, bibir mereka bersentuhan. Keduanya terdiam. Waktu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN