Matahari sudah mulai naik ketika mobil Adrian keluar dari area villa. Jalanan Bali pagi itu cukup ramai, motor lalu-lalang, sesekali ada turis asing menyeberang dengan santai. Nayla duduk di kursi penumpang, sibuk menempelkan wajah ke jendela, matanya berbinar melihat pemandangan. “Mas, itu tuh pura ya? Kok banyak banget di pinggir jalan,” tanyanya sambil menunjuk. Adrian melirik sekilas. “Iya, pura kecil. Orang Bali biasa pasang sesajen di situ.” Nayla mengangguk-angguk, memperhatikan dengan antusias. “Lucu ya. Aku baru pertama kali lihat langsung.” Adrian tersenyum samar, lalu kembali fokus ke jalan. “Jangan terlalu heboh. Kau seperti anak kecil baru pertama kali keluar rumah.” “Heh, emang salah kalau excited?” Nayla manyun. “Tidak salah, hanya kelihatan terlalu norak.” “Mas!” pro

