Pantai sudah tidak seramai siang tadi. Beberapa turis duduk santai di bean bag, ada juga yang jalan-jalan menyusuri pasir. Langit mulai berubah oranye keemasan. Nayla langsung melepas sandal dan berlari kecil ke arah ombak. “Mas, lihat! Airnya hangat,” serunya sambil mengangkat kaki. Adrian hanya berjalan pelan, tangannya dimasukkan ke saku celana. “Jangan terlalu jauh. Ombaknya bisa tiba-tiba besar.” Nayla mendengus. “Iya, iya. Mas kayak satpam aja.” Ia jongkok, meraup air laut, lalu cipratkan ke kakinya sendiri. Sesekali matanya melirik Adrian yang berdiri agak jauh. “Mas, sini duduk. Nggak enak kalau aku main sendiri.” Adrian akhirnya duduk di pasir, tidak jauh dari ombak. Nayla ikut duduk, menekuk lutut sambil menopang dagu. “Dulu waktu kecil, aku suka main ke pantai sama Ayah sa

