Bab 22

1361 Kata

Begitu pintu villa tertutup, Nayla langsung menjatuhkan tubuh ke sofa. Rambutnya kusut, kulitnya lengket, dan wajahnya lelah setelah seharian di pantai. Ia meraih bantal, menekapkannya ke wajah sambil mengeluh pelan. Adrian yang berdiri tak jauh hanya menatapnya sejenak. Ada rasa geli bercampur heran melihat gadis itu bisa begitu polos. Tanpa banyak kata, ia duduk di sebelahnya. “Kamu kelihatan kusut,” ucapnya tenang. Nayla mengintip dari balik bantal. “Jelas lah. Lengket semua, Mas. Rasanya pengin nyemplung ke bak mandi terus nggak keluar-keluar.” Adrian menoleh sebentar ke arah kamar mandi, lalu kembali menatap Nayla. “Kalau gitu, ayo mandi.” Nayla mengangkat kepala, menatapnya curiga. “Aku mandi sendiri aja.” Adrian tidak menanggapi langsung, hanya menarik bantal dari tangannya. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN