“…jangan jatuh cinta padanya.” Nayla menunduk, tangan meremas ujung gaun. Air matanya hampir jatuh, tapi ia menahannya. “Aku… aku mengerti, Tante,” jawabnya lirih. Suara Vania menutup panggilan dengan tegas, meninggalkan kesunyian yang menekan. Nayla menatap ponsel di meja, napasnya tersengal, d**a terasa berat. Semua yang ia lakukan untuk Adrian, semua yang ia pikirkan untuk menyenangkan Vania, kini terasa lebih rumit. Di luar, suara angin malam dan ombak Bali tetap tenang. Tapi di dalam kamar, Nayla merasakan ketegangan yang hanya dirinya yang tahu. Adrian tidak menyadari ancaman itu. Di balik perhatian dan senyumnya, Nayla harus menyimpan rahasia yang bisa mengubah segalanya. Dan satu hal jelas: dia harus berjuang… agar tidak jatuh cinta padanya. *** Sejak remaja, setiap pertemuan

