Part 27

1239 Kata

Kaivan Minggu siang gue memutuskun untuk kembali ke Purwokerto. Papi sama sekali tidak membuka suara hingga tadi gue berpamitan. Beliau marah, gue paham itu. Mami sendiri memeluk gue erat sebelum gue masuk ke mobil. Beliau berpesan supaya minggu depan untuk membawa Lujeng ke rumah ini. Dengan atau tanpa izin dari Papi. Delapan jam kemudian gue tiba di rumah dan segera bebersih. Rasanya sudah nggak sabar mengabarkan pada Lujeng untuk memperkenalkan dirinya pada keluarga gue minggu depan. Meski lelah, karena seharian menyetir, malam harinya gue tetap menuju ke kediaman wanita yang gue cintai. Gue kangen dia. Pintu depan rumah Lujeng terbuka begitu gue memarkirkan mobil. Dia berdiri di ambang pintu, tersenyum menatap gue mengirimkan ngelenyar hangat di d**a gue. "Hai." Gue sudah berdiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN