Seketika tubuh Julia gemetar hebat. Bulu kuduknya meremang, ia mulai kesulitan bernapas. Awalnya Mona belum menyadari, sampai akhirnya ia menangkap basah Julia menggigit kuku jarinya sendiri. Kaki wanita itu juga tidak bisa diam. Ia terlalu menampakkan gestur dan ekspresi gelisahnya. “Julia, ada apa? Sejak tadi Mama perhatikan kamu terlihat cemas. Apa yang kamu pikirkan?” tanya Mona memicingkan matanya. Julia mematikan layar ponselnya setelah menghapus pesan itu. Ia mencoba menatap mata sang ibu mertua, tetapi ternyata sulit. Sebuah pertanda yang tak bisa diabaikan oleh Mona begitu saja. Sikap Julia memang berbeda dari biasanya. “Ehm ... tidak ada, Ma. Mungkin karena sejak pagi belum sarapan,” balas Julia gugup. Sesekali matanya menatap sekitaran, celingukan mencari seseorang. “Harusny

