“Siapa?” tanya Dave penasaran. Ia mencondongkan tubuhnya, ingin melihat nama siapa yang sejak tadi mengusik ketenangan Julia. Salahnya ia tadi tidak langsung menghapus kontak, tak bisa mengelak. “Itu ... teman lamaku, Mas. Teman SD dulu. Dia mengajakku menghadiri acara reuni minggu depan, tapi aku menolak karena takut jalan jauh selama kehamilan ini masih terlalu muda,” jelas Julia tak berani menatap suaminya. “Oh ... begitu. Jadi dia terus memaksamu?” “Iya, mungkin begitu, Mas. Dia memang cerewet dan kemauannya harus dituruti semua.” “Sini HP kamu, biar aku yang jawab. Tidak ada yang boleh mengusik rumah tanggaku, bahkan jika itu teman lamamu,” ucap Dave ingin merampas ponsel Julia, tapi dengan sigap wanita itu mundur beberapa langkah. “Tidak perlu, Mas. Abaikan saja teleponnya. Nan

