Tengah malam, saat Kaisar masih sibuk memantau semua yang berhubungan dengan Frans, jari Aura bergerak pelan. Perlahan mata itu terbuka, Aura sedikit meringis pelan saat merasakan tubuhnya nyeri dimana mana. Aura melihat sekeliling, dia di rumah sakit ternyata. Lalu matanya tertuju pada Kaisar yang duduk tak jauh dari ranjangnya. "Kai....." Jari jari Kaisar yang sedang menari di atas keyboard terhenti. Dia terdiam berusaha meyakinkan dirinya jika dia tak salah dengar. Aura yang melihat Kaisar diam tak bergerak paham, kalau Kaisar pasti khawatir dengan nya. Lebih dari rasa khawatir. Sekali lagi, Aura berusaha memanggil nama Kaisar. "Kaisar....." Pandangan Kaisar yang semula menunduk langsung teralihkan. Saat tatapan matanya bertubrukan dengan Aura, tubuh Kaisar spontan ban

