Canggung?

1127 Kata

Raihan tersenyum tipis. Astaghfirullah, kenapa masih saja ada getaran itu di hatinya saat bertemu dengan Luna? Padahal ini sudah sangat lama. Dan Raihan juga sudah berusaha sekuat tenaga untuk melupakan gadis di depannya ini. "Apakabar, Lulu?" sapa Raihan sambil berusaha untuk terlihat tenang. "Baik, Mas." Lulu menjawab dengan nada lirih. Kenapa sih orang ini muncul terus dalam hidupnya? Semakin Luna berusaha untuk menghindar, orang ini makin banyak ia temui. "Aku pulang bareng Lulu, Bang. Kalau Bang Raihan mau pulang duluan, gak apa. Jangan tunggu aku," ucap Ragil. "Oh baiklah. Hati-hati, kalian." Raihan mengerjap dan memilih untuk menatap ke arah lain. Apa mereka sudah menyetujui perjodohan itu? Raihan tersenyum kecut. Kenapa rasanya masih terasa pahit ya? Bukankah ini yang dia mau?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN