Bab 45

1449 Kata

Mahasiswa perempuan itu terkesiap, wajahnya sudah pucat pasi. Terlebih saat Luhan sangat marah kali ini. Tak biasanya Luhan sangat marah hanya karena masalah mahasiswanya. "Pa-pak Luhan, aku minta maaf. Aku nggak tahu kalau Velove sedang hamil. Tadi aku hanya ingin bertanya tentang Leticia." ucap mahasiswa itu takut. Luhan masih menatap mahasiswa itu dengan datar. Dia akan merasa bersalah pada Altares jika sampai Velove kehilangan bayinya. Luhan mengusap wajahnya kasar, dia benar benar kalut kenapa semua mahasiswanya menjadi tak karuan seperti itu. "Aku nggak tahu apa masalah kalian sebenarnya sampai harus seperti ini pada Velove. Apa karena dia bisa menikah dengan Altares, dan kalian tak bisa bersama Altares?" Mahasiswa itu diam, dia meremas kedua tangan nya karena apa yang di ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN