Terdengar suara u*****n ketika ia keluar sambil membanting pintu mobil dengan kasar. "Anjir, bisa pelan-pelan nggak sih lo!" Kania menoleh. Menghadap Aditya yang berada di seberang sana dengan tatapan tajam. Ia memberikan salam jari tengah pada laki-laki itu. "F*ck you!" "Kalau mau f*ck-f*ck'an, sini lo! Gue ajak ngamar sekalian ke hotel!" Mata Kania kembali melotot sebelum berbalik pergi meninggalkan Aditya di sana. Dasar cowok b*****t! Harusnya ia ingat bagaimana sifat Aditya yang sebenarnya. Laki-laki itu memang kelihatan baik, baik banget malahan, tapi sebenarnya ... otak dia nggak ada bedanya dengan otak laki-laki m***m pada umumnya. Kania menghela napas kasar saat akhirnya ia sampai kelas dan langsung melihat di mana bangku Maxel berada. Namun kenihilan yang ia dapat. Maxel