Suasana gelap dalam seluruh ruangan apartemen sengaja dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya. Berharap dalam kegelapan, ia dapat menyembunyikan seluruh rasa yang berkecamuk dalam hatinya saat ini. Memutuskan untuk kembali ke sini, bersembunyi dalam kehampaan, sunyi, tanpa siapapun yang mengusiknya, ternyata bukan pilihan tepat bagi Daniel. Ia memang tidak mendengar kebisingan para pembantu di rumah besarnya, ah... Bukan para pembantu itu yang berulah, namun hati Daniel lah yang tak bisa diam berkecamuk, menyuarakan berbagai sisi dalam dirinya. Sisi yang satunya, ia mengakui bahwa dirinya tengah rapuh dan hampir menyerah karena rindu terlanjur tumpah ruah itu. Ia rindu kebersamaan, hangatnya keluarga kecilnya yang dulu selalu mewarnai hari-harinya. Ingin rasanya ia menjemput mereka detik in

