Lembar baru dari hari yang baru telah dibuka. Berharap lembaran yang masih polos ini bisa dipoles dengan warna yang lebih cerah. Menggantikan warna kelabu yang sudah beberapa hari ini menghias hari-hari kelamnya. Vania membuka jendela kamarnya, membiarkan sinar hangat dari langit menyeruak masuk ke dalam kamarnya. Tidak banyak celah dalam ruang minimalis ini, kamar yang besarnya tentu tidak seberapa bila dibandingkan dengan kamar yang dulu pernah ia tempati. Tapi dalam ruangan kecil ini, selalu ada kehangatan yang ia rindukan, dan Vania merasa bahagia karenanya. “Selamat pagi tuan putri yang cantik.” Sapa Vania begitu melihat Laurent menggeliat terbangun kemudian mengucek kedua matanya. Begitu imut dan mengundang senyum Vania mengembang, ia pun menghampiri putrinya dengan perlahan. Duduk

