Vania duduk termangu menatapi layar ponselnya yang sejak tadi dalam posisi chat yang terbuka. Tangannya bertopang pada dagu, raut wajahnya tampak serius, terlihat jelas bahwa ia sedang memikirkan sesuatu yang berat dalam benaknya. Saking asyik berpikir, ia pun tidak menyadari kalau Maria sudah kembali duduk di sebelahnya. Beberapa saat lalu Maria meninggalkannya sendiri karena Vania enggan diajak ke toilet. “Ada apa Va? Serius amat kayaknya.” Tanya Maria dengan nada bicara pelan, namun sepelan itu saja masih sukses mengejutkan Vania hingga sedikit tersentak. Vania menatap Maria dengan mimik tegang, tak siap diusik tiba-tiba. “Ng... Ini... Mimpi apa aku sampai orang ini menghubungiku?” Vania menyodorkan ponselnya kepada Maria. Membiarkan gadis itu yang membaca sendiri pesan dari orang yan

