“Ma, tolong bawa Laurent ke tempat yang aman dulu ya.” Pinta Vania seraya berbisik pada ibunya. Setelah berhasil meyakinkan putri kecil itu bahwa kehadiran Keira di tengah mereka bukan ancaman baginya, akhirnya Laurent pun bersedia menuruti kemauan ibunya. “Hati-hati Va, nanti ada apa-apa teriak saja.” Bisik Desi yang tidak bisa tenang sepenuhnya. Ia pun mendapat senyuman serta anggukan pelan dari Vania, barulah Desi sedikit lega dan membawa Laurent masuk lagi ke dalam kamarnya. “Ayo sayang, kita ke dalam aja ya.” Desi menggandeng tangan kecil Laurent mengikutinya masuk kemudian tak tampak lagi setelah berlalu dari hadapan Vania. Kini tinggal dua orang wanita yang masih belum menyelesaikan urusan runyam mereka. Masih berdiri di tempat yang sama, saling menatap dalam diam dan yang satuny

