Sebuah utas panjang beredar di media sosial, memaparkan dengan gamblang peristiwa yang terjadi dua belas tahun lalu. Meskipun narasinya lugas, isinya penuh dengan implikasi yang sulit diabaikan. Tanpa menyebut nama secara langsung, utas itu menyoroti seorang individu yang digambarkan sebagai “anak bungsu keluarga kaya yang bekerja di maskapai penerbangan problematik.” Tak butuh waktu lama bagi para pembaca untuk menghubungkan deskripsi itu dengan sosok yang mereka kenal–Dewa. Namun, yang membuat utas itu semakin menarik perhatian adalah satu fakta mencengangkan yang diungkap di dalamnya. Tertulis bahwa tiga tahun sebelum kasus yang kini kembali mencuat, sang kakak juga pernah terseret dalam masalah serupa. Detail ini memicu berbagai spekulasi di antara para pembaca. Apakah ada pola yang b

