“Anak saya tidak bersalah.” Itulah kata-kata yang Tante Sindu ucapkan pertama begitu melihat Kinara. Ekspresinya serius menjurus ke emosi yang ditahan mati-matian. Seolah-olah beliau sanggup menghancurkan apa pun yang bisa menyakiti putranya. Kinara sudah sering bertemu dengan tipe orang tua seperti ini. Dulu ketika duduk di bangku SMP dan SMA, beberapa kali Kinara berhadapan dengan mereka. Tak peduli benar atau salah, tak peduli apa yang dilakukan oleh anaknya dan apa efeknya bagi orang lain, mereka tetap akan bilang, “Anak saya tidak salah.” Namun, saat ini, di depan Tante Sindu, Kinara berusaha keras memasang ekspresi datar. Benaknya berkecamuk, tetapi Kinara ingin dilihat sebagai sosok yang tenang dan tidak tergoyahkan. Mungkin hanya begitulah cara menghadapi orang-orang kaya seperti

