Aroma antiseptik yang semula sempat menempel di baju Dina kini kalah telak oleh aroma kayu cendana yang mendominasi seluruh ruangan penthouse. Sejak dibawa pulang paksa dari rumah sakit dua jam yang lalu, Dina merasa seperti barang antik yang baru saja direstorasi: diletakkan di atas kasur empuk, diselimuti kain mahal, dan dilarang bergerak lebih dari lima sentimeter. Dina sedang berjuang dengan sebuah mangkuk keramik berisi bubur ayam organik yang disiapkan koki pribadi Aksa. Masalahnya, tangan kanannya gemetar dan tangan kirinya dibebat perban seukuran guling bayi. Setiap kali ia mencoba menyendok bubur, tangannya justru melakukan tarian aneh yang membuat butiran kacang dan irisan cakwe mendarat di atas sprei sutra milik Aksa. "Sialan. Kenapa bubur ini licin banget sih? Apa koki Bapak

