Bab 25

1147 Kata

Pagi itu, rumah keluarga besar Clara terlhat sangat tenang. Dari luar, bangunan yang megah itu mirip istana dalam negeri dongeng, tapi bagi Aksa, tempat ini aromanya lebih seperti tumpukan barang antik yang berdebu—cantik di luar, tetapi pengap di dalam. Aksa melangkah masuk melewati pintu depan tanpa perlu bantuan pelayan. Langkah kakinya yang tegas beradu dengan lantai marmer, menciptakan gema yang membuat suasana rumah yang tadinya sunyi menjadi terasa tegang. Di ruang makan yang luas, aroma roti panggang mentega dan kopi Arabika menguar di ruang makan yang plafonnya dihiasi lukisan klasik ala Eropa. Clara sedang duduk santai. Dia terlihat sangat cantik dengan gaun tidur sutra kremnya, perempuan itu sedang asyik memotong croissant seolah-olah dunianya tidak memiliki masalah sama sekali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN