Bab 24

1074 Kata

Bau antiseptik rumah sakit selalu punya cara untuk membuat ingatan Dina terlempar ke masa-masa sulit. Namun kali ini, ada aroma lain yang menyelip di antara bau obat yang tajam—aroma kayu cendana dan kopi mahal. ​Dina membuka matanya perlahan. Dunianya masih terasa seperti sedang diputar di dalam mesin cuci. Kepalanya berdenyut, dan setiap kali ia mencoba menarik napas, ada rasa nyeri yang menusuk di tulang rusuknya. ​Di sampingnya, Aksa duduk dengan punggung tegak, namun matanya yang tajam tampak lelah. Kemejanya yang biasanya licin tanpa cela kini terlihat sedikit kusut di bagian lengan. Wangi obat-obatan di RS Medika ini benar-benar tidak elit menurut Dina. Ia terbangun dengan rasa perih di sekujur tubuh, tapi hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit putih dan wajah Aksa yang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN