Bab 17

1045 Kata

"Aku pulang," ucap Dina saat pintu terbuka, ia tersenyum pada Aksa yang sedang membaca koran harian meski suaranya terdengar aneh. Tidak seperti suara kipas angin rusak seperti biasanya. "Nona Dina sudah kembali Pak Aksa." Aris sedikit membungkuk, lalu keluar lagi saat Aksa mengangguk padanya. Aksa tahu ada yang salah saat Dina kembali dari pertemuan dengan Clara. Gadis yang biasanya tidak bisa berhenti mengoceh itu mendadak menjadi pendiam. Ada gurat kesedihan di matanya yang coba ia sembunyikan di balik senyum paksa. ​Entah ada dorongan apa, Aksa merasa harus melakukan sesuatu. Sesuatu yang lebih dari sekadar kontrak. ​"Dina, bersiaplah. Kita makan malam di luar," ucap Aksa singkat saat Dina baru saja ingin masuk ke kamarnya. ​Dina menoleh lesu. "Saya capek, Pak. Makan mi instan aja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN