Hari-hari berlalu, dan karena San sudah kembali, Clara tak terus-menerus fokus kepada masalah yang terjadi. Ia mengurangi bermain media sosial dan lebih fokus kepada kehidupan nyatanya. "Pagi!" San tersenyum lebar, ketika Clara membuka pintu. Pagi yang berulang, sama setiap harinya. San datang menjemput dengan roman wajah yang selalu ceria. "Ini masih pagi sekali," ucap Clara. "Ya, memang. Aku dengar ada tempat yang bagus. Jadi, mari kunjungi. Untuk sarapan," ucap San bersemangat. Clara tertawa. San datang pagi-pagi sekali, hanya agar mereka mengunjungi tempat makan yang direkomendasikan oleh San. Clara permisi, untuk bersiap-siap. San menunggu di dalam mobil, sambil sesekali berkaca. Laki-laki itu, setiap kali bertemu dengan Clara, selalu saja bahagia. Ia selalu dapat mengenyamping

