Pagi hari, ketika suasana hati Clara mulai membaik, ia mendapati ada banyak kiriman bunga dan makanan ke rumahnya. Si pengirim, tidak lain dan tidak bukan adalah San. Saking banyaknya, gadis itu agak kesulitan memasukkan buket-buket bunga dan berdus-dus makanan. Ia ingin tertawa dengan tingkah San yang selalu menganggapnya seperti anak kecil. Clara tidak suka, tapi ia juga suka. Mungkin karena itu adalah San, Clara menyukainya. Kalau bukan San, mungkin lain lagi ceritanya. "Oke, mari kita lihat, isi suratnya," ucap Clara, bergumam kepada dirinya sendiri. Setelah kepayahan memasukkan paket makanan dan bunga ke dalam rumahnya. Gadis itu senyum-senyum sendiri ketika melihat isi surat dari San. Jujur saja, ia teringat lagi tentang wajah gugup San ketika menyatakan cinta kepadanya beberapa

