Clara dijemput oleh San. Laki-laki itu, seperti biasa. Tampak semringah dan ceria. San selalu menyambut Clara dengan senyuman termanisnya. Tak lupa, ia berikan bunga atau cokelat, atau apa saja, kesukaan Clara. Tak pernah San absen dengan hal-hal itu. Kalau sudah begitu, mana bisa Clara berpaling darinya. "Terima kasih," ucap Clara sambil menciumi bunga yang diberikan San. "Sama-sama, Sayang." "Heh." Clara protes. "Oke-oke. Bagaimana harimu?" tanya San sambil mulai menjalankan mobil. "Oke." Sesaat setelah Clara mengatakan itu, ia jadi ragu. Clara hendak menyampaikan apa yang ia pikirkan soal semua yang Sonia bicarakan tadi, tapi melihat San yang bersemangat, Clara pikir, saat itu bukan waktu yang tepat. "Emmh, bagaimana kalau kita bicarakan sesuatu yang menarik," ucap Clara, seolah

