Titik Temu?

1001 Kata

Sebelum benar-benar memejamkan mata, Clara mengingat kata-kata San yang memintanya untuk dipertemukan dengan ibu dan adiknya. Belum apa-apa, gadis itu sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika pertemuan itu betul-betul terlaksana. Bagaimana tanggapan ibunya nanti? Bagaimana tanggapan Karin? Apakah mereka akan bersikap cuek dan dingin kepada San? Clara takut dengan reaksi dua orang itu terhadap San nantinya. Namun, segera ia singkirkan semua pemikiran negatif itu. Lagi-lagi, ia bergelut dengan hal-hal yang belum tentu terjadi. Clara setuju, kalau bertemu merupakan upaya paling tepat dalam sebuah pertikaian. Tapi pertikaian Clara dengan ibu dan adiknya, itu agak pelik memang. Semuanya berawal ketika ayah Clara berada di masa-masa kritis. Saat itu, baik Clara, ibuny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN