Perhatian

1200 Kata

Pulang dari makan malam, Clara tak bisa tidur. Ia pandangi lagi kertas pemberian dari San. Ia baca berulang-ulang kata-kata yang tertera di sana. "Clif, jatuh cinta kepadamu, aku sudah seperti jatuh ke jurang tanpa dasar. Dalam dan tak akan pernah sampai. Tak ada ujungnya. Tak ada habisnya. Serius." Clif loncat-loncat kegirangan di atas tempat tidurnya. Layaknya bocah kecil yang mendapatkan sebuah mainan yang sudah didambakan sejak lama. Ia memejamkan mata, berbaring. Mencoba tenang dan karena itu, ia dapat mencium aroma lime dan vanilla dari pengharum ruangan. Ya, ia membeli pengharum dengan aroma yang sama seperti pengharum di mobil milik San. Lime dan vanilla. Ia menyukainya dan semakin menyukainya. Setelah beberapa lama, Clara membuka ponselnya. Rupanya ada beberapa pesan di WA

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN