Akhirnya pertemuan dengan Arga pun terjadi. San yang tadinya hendak ikut serta, rupanya ada pekerjaan mendadak. Awalnya San seperti tidak rela, jika Clara bertemu dengan Arga tanpa dirinya. Akan tetapi, Clara mencoba meyakinkan San kalau pertemuannya dengan Arga memang betul-betul hanya sebatas penggemar dan idola. Tak lebih. Padahal, sebenarnya, pada kenyataannya, Clara lebih menganggap Arga itu seperti teman. Ya, ia ingin menganggap kalau penggemar adalah teman. Clara sebenarnya tak ingin terlalu dipuji-puji. Sebab ia menyadari, kalau kemampuannya masih harus terus digali. "Maaf, menunggu lama?" tanya Arga. Ia terlihat panik. Clara mengangguk. "Ya, aku menunggu lama. Hampir seminggu, aku menunggu balasan darimu. Ck-ck-ck. Sebenarnya, yang penulis aslinya itu siapa? Jangan-jangan sebe

