"Ini sebenarnya, merupakan sebuah prosedur yang tidak tertulis, Clif. Semua pegawai di kantor kami, semuanya, pasti akan melewati tahap ini. Setelah tiga bulan dan kontrakmu diperpanjang, maka, kamera pengawas itu tidak akan ada lagi." Suara ajudan Kristo Wijaya begitu tegas. Clara mengangguk, mencoba mencerna pernyataan dari ajudan tersebut. Jujur, ia merasa sedikit takut. Padahal, ajudan Kristo Wijaya, sejak awal selalu bersikap ramah kepadanya. "Maaf, Pak. Saya hanya merasa terkejut saja. Sebab itu tidak diberitahukan dari awal. Dan itu, saya baru menyadarinya di hari kedua. Di hari pertama, kamera tersebut belum ada. Saya hanya merasa takut. Saya takut sudah melakukan kesalahan." Clara berusaha merendah. Alih-alih menyalahkan, ia pakai cara seperti itu. Ajudan Kristo Wijaya terkek

