Sudah tiga bulan semenjak kepergian Rangga, hariku begitu sepi. Hanya ada Ayah, Ibu dan Vivi yang menjadi temanku. Sekretaris Rey benar-benar menjalankan tugasnya dengan benar. Aku bahkan tak pernah melihat Vian muncul dan menggangguku lagi. Kadang aku merasa tersanjung, karena Rey dan Rangga begitu ekstra menjagaku. Namun di sisi lain, aku merasa lebih lama lebih jauh dengan Rangga. Semenjak kejadian Rangga mematikan sambungan teleponku, Rangga hanya beberapa kali saja menghubungiku dalam tiga bulan ini. Ku kira Rangga akan sangat merindukan ku, tapi ternyata aku salah. Namun aku tepis semua pikiran negatif yang selalu menyerang otakku. Tidak mungkin Rangga sampai mengutus Rey dan Vivi untuk menjagaku jika dia tidak mencintaiku kan? "Hoa!" "Astagfirullah.... Vivi." Aku mengusap dada