Jinjingan pemberian Rey itu ku bawa ke kamar, membukanya satu persatu dan meletakkan nya di atas kasur. Dan kini, sudah tergeletak berbagai barang mewah kebutuhan wanita dengan brand Channel memenuhi seluruh kasurku, mulai dari perhiasan, sepatu, tas, baju hingga jaket tak ketinggalan. Tidak hanya satu, Rey memberikan 5pcs dari setiap barangnya dengan warna dan model yang berbeda. Aku menatapnya gila, mungkin harus bekerja selama selama sisa umurku agar ku bisa membelinya. Ah yang benar saja! Deringan ponsel membuatku tersentak, meraih dan menerima panggilannya. "Hallo?" "Hallo kakak ipar, apa kau baik-baik saja?" Sesuatu seperti ada yang berbicara, namun aku tidak tahu. Kedatangan Rey tadi membuatku tidak fokus. Apalagi saat melihat sesuatu di depan. "Ayah pergi dulu!" tutur Ayah s